Pembagian Ilmu Agama Secara Umum

Kebanyakan orang tidak mengerti bagaimana hukum-hukum agama dikeluarkan. Mereka pikir hukum mengenai masalah agama bisa dikeluarkan oleh sembarangan orang. Akibatnya mereka tidak memikirkan apakah hukum agama yang dikeluarkan itu bersandarkan dalil atau tidak.

Ilmu agama dapat dibagi ke dalam 3 bagian.

  1. Ilmu yang berkaitan dengan penerimaan hujah dan sumber – (Ilmu tafsir/hadis)Ilmu ini bertanggung jawab untuk memastikan sumber-sumber yang diterima adalah sahih dan bisa dijadikan hujah. Walaupun hadis-hadis tersebut telah berhasil disaring, bukan berarti langsung bisa diamalkan. Masih ada tahap selanjutnya.
  2. Ilmu menggali dan mengeluarkan hukum beserta aplikasinya (perintah, larangan, dsbnya) dari sumber tersebut yaitu ilmu usul fiqh.Ilmu ini bertanggungjawab untuk memastikan hukum yang  dikeluarkan adalah menurut apa yang dikehendaki Allah dan  dimaksudkan oleh agama. Ilmu ini dihasilkan berdasarkan panduan kitab dan sunnah, pengamalan sahabat dan salaf soleh.
  3. Ilmu tathbiqi yang digunakan untuk melaksanakan atau menegakkan hukum yang sudah dihasilkan dari tahap ke dua, seperti ilmu-ilmu yang berkaitan dengan usul syarak dan sebagainya.Ilmu ini bertanggungjawab untuk memastikan pelaksanaan hukum yang betul menurut metode yang tepat sehingga tujuan dan maqasid syarak terpenuhi dan tercapai.

Seorang mujtahid wajib menguasai ketiga tahap ini. Sayangnya umat Islam tidak semua mampu menguasainya.

Ada ulama hadis yang hebat di bidang hadis hingga mampu menentukan apakah hadis itu diterima atau ditolak untuk dijadikan hujah. Namun keilmuannya terhenti di situ.

Ada ulama usul yang kealimannya mampu menerbitkan hukum-hukum dari kitab Allah dengan tepat, berlandaskan kehendak syarak. Sayangnya dia lemah di dalam ilmu hadis dan ilmu penerimaan dan penolakkan hadis serta tafsir.

Ada ulama yang lemah di dalam hadis dan usul fiqh, serta tidak mampu menerbitkan hukum dari kitab dan sunnah secara langsung. Namun ulama tersebut menguasai kemahiran ilmu tatbiqi (pelaksanaan) hukum-hukum tadi supaya ditegakkan dalam masyarakat dengan memenuhi kehendak syarak. Dia menguasai maqasid syarak dan berhasil memastikan setiap hukum-hukum yang diterbitkan oleh ulama tadi terlaksana menurut kehendak syarak.

Dari berbagai sumber.

Comments

comments

Share Button
(Visited 876 times, 1 visits today)