KPK Berusaha Menjatuhkan PKS Melalui Drama Penyitaan Mobil

Setelah gagal menjatuhkan PKS (terbukti calon PKS menang di pemelihan gubernur Jawa Barat dan Sumatra Utara) melalui drama penahanan LHI, maka KPK berusaha mencari celah lain. Kali ini dengan drama penyegelan mobil yang dikatakan kepunyaan LHI. Upaya penyegelan pertama kali dilakukan pada malam hari. Tentu saja satpam yang menjaga kantor PKS karena KPK tidak membawa surat penyitaan.

Menurut kuasa hukum LHI, Zainudin Paru, petugas KPK datang untuk menyampaikan surat panggilan pemeriksaan. Dan tidak mengatakan akan mengambil mobil. Mereka juga menyatakan hanya ingin bertemu dengan pengacara untuk menyampaikan surat tersebut.

Keesokan harinya KPK malah membawa banyak wartawan sehingga situasi menjadi ramai.

“KPK kok semacam membawa media? Ada apa ini? Seolah-olah ada stigmanisasi dan dramatisasi. Kami berpikir apa ini dipolitisasi?” kata Mardani juru bicara DPP PKS.

Memang inilah tujuan KPK, berusaha menjatuhkan kredibilitas PKS. Seharusnya usaha ini mudah saja. Tinggal bawa surat sita, maka tidak akan ada halangan dari satpam ataupun kader PKS yang ada di situ.

Johan Budi mengatakan bahwa KPK dihalangi oleh puluhan orang di Markas DPP PKS, Jl. TB Simatupang, Jakarta. saat akan melakukan eksekusi penyitaan 5 mobil.
“Jam 8 malam, Senin (6/5) tim penyidik berangkat ke sana, membawa terperiksa bernama Ahmad Zaky, untuk menunjukkan di mana mobil itu. Sampai di sana, sudah ditunjukkan surat sita, petugas di sana nggak mau, menghalang-halangi,” kata juru bicara KPK Johan Budi di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/5/2013).
Padahal kenyataannya adalah petugas KPK itu datang dengan raut emosi ingin menyita 5 mobil yang terparkir di DPP PKS tanpa surat penyitaan.
Zainuddin Paru, tim hukum LHI telah menanyakan surat penyitaan kepada tim petugas KPK. Dan jawabannya, akan menyusul.
“Mereka hanya mengatakan, nanti menyusul.” ucap Zainuddin Paru, saat menanyakan surat penyitaan.
Padahal tidak semua mobil yang disita KPK adalah milik LHI, ada juga milik pribadi kader dan mobil operasional DPP. Ini yang membuat beberapa kader pemilik mobil mempertanyakan sikap membabi buta menyita mobil orang seenaknya.
KPK sendiri tidak mengetahui mobil mana saja yang akan disita. Sehingga dengan membabi-buta, petugas KPK menyegel mobil yang terparkir di parkiran DPP PKS.
Buktinya ditunjukkan oleh KPK sendiri. Yakni dengan pernyataan Johan, yang dalam konferensi pers Selasa (7/5) siang, mengatakan KPK menyita tiga mobil milik LHI. Padahal yang diberi KPK Line enam mobil.
Setelah ini semua ini terjadi, ketika ada kader PKS yang menjelaskan ketimpangan ini, maka muncul tuduhan yang mengatakan mereka membela partai membabi buta, orang bodoh yang tidak ada informasi.
Sumber:

http://www.islamedia.web.id/2013/05/jubir-kpk-johan-budi-membohogi.html

http://www.pkspiyungan.org/2013/05/pks-sita-mobil-lhi-kpk-kok-bawa-media.html

http://www.islamedia.web.id/2013/05/jubir-kpk-johan-budi-membohogi.html

Comments

comments

Share Button
(Visited 71 times, 1 visits today)