Kawin Lari di Novel Maryamah Karpov

Maryamah Karpov

Maryamah Karpov

wiemasen.com – Sudah baca novel Maryamah Karpov? Saya lebih menyukai novel ini dibandingkan yang lainnya (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor). Lebih ringan gaya bahasanya dan lucu. Saya sampai tertawa-tawa sendiri ketika membacanya. Salah satu adegan yang paling kocak yaitu pada saat Ikal dicabut giginya sama dokter gigi Diaz. Sayang seribu sayang novel ini dinodai oleh hanya satu halaman paling akhir yang menceritakan adegan kawin lari yang dilakukan oleh Ikal dan A Ling. Satu halaman ini membuat penilaian saya mengenai novel ini jatuh dari bintang 4 ke bintang 2.

Inti cerita dari novel ini adalah bagaimana Ikal bersusah payah untuk menyelamatkan A Ling pacar semasa kecilnya dari sarang lanun (bajak laut melayu). Setelah berhasil menyelamatkan A Ling, Ikal berencana untuk menikahinya. Akan tetapi rencana Ikal ini di tolak oleh bapaknya. Tidak diceritakan kenapa bapak Ikal menolak rencana perkawinan tersebut. Tapi saya bisa menebak, A Ling dari suku Cina yang bukan beragama Islam atau ahli-Kitab. Sedangkan yang menikah dengan ahli kitab saja masih banyak pro-kontra, apalagi kalau menikah dengan perempuan yang menganut agama Budha, Hindu atau agama-agama bumi lainnya. Sudah jelas perkawinan dengan wanita yang bukan dari ahli kitab adalah terlarang sama sekali.

Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa menikah dengan wanita selain ahli kitab juga dibolehkan? Pendapat siapa ini? Sudah jelas bukan pendapat dari ulama-ulama Islam, tapi merupakan pendapat dari aliran Islam Liberal yang sudah terkenal dengan kesesatannya.

Apakah Andrea pengarang Maryamah Karpof terpengaruh dengan pendapat Islam Liberal ini mengenai kawin beda agama? Mungkin tidak. Mungkin Andrea si pengarang bingung bagaimana menutup kisan cinta si Ikal dengan A Ling. Kalau menurut saya sih mudah saja. Biarkan novel tersebut diakhiri dengan penolakan ayah si Ikal. Selanjutnya terserah imajinasi pembaca.

Anak Lelaki Perlu Izin Untuk Menikah?

Menurut agama Islam memang benar seorang anak lelaki tidak perlu meminta ijin atau restu dari orangtuanya. Orangtua tidak bisa memaksa anak lelakinya untuk kawin dengan pasangan yang tidak disenanginya. Pada saat yang bersamaan pula, si anak lelaki tidak bisa memaksa orangtuanya menerima menantu yang tidak mereka sukai. Loh yang mau kawinkan si anak sendiri, kenapa repot-repot minta restu dari orangtuanya? Alasannya adalah sebagai berikut:

  1. Orangtua adalah orang dewasa yang telah merasai asam-garam kehidupan berumah tangga. Maka izin dan redha orangtua adalah penting karena ia dapat membantu kita membangun rumahtangga yang berhasil.
  2. Perkawinan bukan hanya melibatkan suami istri saja, tetapi juga melibatkan keluarga dari kedua pihak.
  3. Apabila kita ingin membangun rumahtangga yang diridhai oleh Allah Ta’ala, maka peroleh keridhaan orangtua terlebih dahulu. Ini berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w: “Keridhaan Allah terletak pada keridhaan ibubapa, manakala kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan ibubapa“. (Sahih – al-Tarmizi dalam Sunannya – no. 1899)

Dalam kasus si Ikal, bapaknya memiliki hak untuk melarang Ikal menikah dengan A Ling yang bukan Islam. Karena ini adalah alasan yang benar menurut syariat, maka si Ikal wajib mematuhi perintah bapaknya. Masakan si Ikal tega membuang bapaknya yang telah membesarkannya dengan susah payah agar bisa kawin lari dengan A Ling. Ini kata si Ikal kepada A Ling di halaman terakhir novel tersebut:

Kukatakan padanya, aku akan mencurinya dari pamannya dan melarikannya. Aku akan membawanya naik perahu itu dan kami akan melintasi Selat Singapura.

Coba pembaca bayangkan bagaimana perasaan bapa si Ikal ketika mengetahui Ikal kawin lari dengan A Ling.

Kasus-Kasus Lain

Baiklah kasus si Ikal sudah selesai di bahas. Bagaimana kalau menghadapi kasus seperti ini, dimana orangtua si anak lelaki melarang anaknya kawin dengan seorang wanita berjilbab. Sudah jelas ini bukan penolakan yang syari’i, tetapi tetap saja si anak tidak boleh melawan orangtuanya. Apalagi sampai kawin lari. Apa yang patut dilakukan oleh si anak adalah berusaha berbicara baik-baik dengan orangtuanya sampai mereka setuju.

Bagaimana kalau si anak lelaki dan orangtuanya memiliki alasan-alasan yang syari’i? Contoh yang sering terjadi adalah kita ingin kawin tapi orangtua kita tidak menyetujuinya hingga kita lulus kuliah misalnya. Sekali lagi penyelesaiannya adalah dengan berbicara secara baik-baik dengan orangtuanya. Jika orangtua masih tetap tidak setuju, maka mengalahlah. Ketahuilah apa yang ada disisi Allah Subhanhu wa Ta’ala adalah jauh lebih baik daripada kekasih yang ada di hati.

Kesimpulan

Untuk menghindari konfrontasi masalah pernikahan dengan orangtua anda di kemuadian hari, lebih baik anda tidak jatuh cinta mati-matian dengan calon anda. Jadi kalau orangtua anda menolak calon anda, anda tidak menjadi hilang akal karena kecewa dan malah melawan mereka. Selalu komunikasikan dengan orangtua anda mengenai calon yang anda inginkan, tidak lupa untuk mencari tahu calon yang bagaimana yang diinginkan orangtua anda. Makin dekat kriteria anda dan orangtua anda, kemungkinan ditolak makin kecil.

Untuk mengetahui pendapat saya mengenai novel-novel karangan Andrea Hirata, silakan kunjungi link di bawah ini:

Laskar Pelangi Baguskah?

Rujukan:

  1. Maryamah Karpov oleh Andrea Hirata
  2. Wahai Ibu Wahai Ayah oleh Hafiz Firdaus Abdullah

Comments

comments

Share Button
(Visited 230 times, 1 visits today)