Kapankah Hari Baru Terjadi?

Tidakkah anda pernah bertanya kenapa hari baru justru terjadi pada jam 12.01 AM, atau tengah malam lebih satu menit? Bukankah jam 12 malam lebih orang-orang masih tidur nyenyak?

Alasannya adalah perubahan hari harus terjadi di tempat yang tidak ada orang tinggal atau paling sedikit yang tinggal. Dalam hal ini yang dipilih adalah lautan Pacific. Kriteria ini  menyebabkan hari baru dimulai tengah malam lebih sedikit. Inilah yang disebut dengan International Dateline.

Dengan demikian dalam penanggalan masehi, otomatis tanggal 1 di bulan-bulan Masehi dimulai setelah melewati tengah malam.

Sejauh ini tidak ada masalah berarti. Namun apa yang terjadi kriteria di atas juga digunakan untuk penanggalan yang menggunakan bulan sebagai ganti matahari? Yang terjadi adalah ketidakkonsistenan dalam penanggalan bulan.

Perlu diketahui konjugasi bulan bisa terjadi kapan saja dalam 24 jam. Jika konjugasi bulan terjadi pada jam 11.59pm hari Senin, maka hari Selasa keesokan harinya sudah dianggap awal bulan baru. Namun kalau konjugasi terjadi pada hari Selasa jam 12.01AM, maka Selasa bukan hari pertama di bulan baru, tapi hari Rabu. Ini menyebabkan hari pertama di bulan baru tidak bersesuaian dengan phasa bulan. Bukankah ini membingungkan? 

Hari Baru Ketika Menjelang Maghrib

Bahasan di atas adalah bagi mereka yang menggunakan International Dateline untuk menentukan hari baru.

Kebanyakan yang menggunakan penanggalan bulan memulai hari baru menjelang Maghrib.  Ini tidak hanya digunakan oleh mayoritas umat Islam, tapi juga oleh umat Yahudi ketika menentukan hari Sabath.

Alasannya adalah bulan sabit baru akan terlihat di awal bulan menjelang Maghrib. Itulah sandaran yang digunakan oleh mereka. Jadi kalau bulan sabit baru muncul jam 11.59PM misalnya, maka tetap saja bukan keesokan harinya merayakan festival agama, tetapi sehari setelah itu.

Comments

comments

Share Button
(Visited 92 times, 1 visits today)