Hukum Non Muslim Masuk Mesjid

Intinya non Muslim boleh masuk mesjid selain Masjidil Haram walaupun berjunub. Ini termaktub dalam kitab I’lam as Sajid bi Ahkam al-Masajid karangan Muhammad Abdullah az-Zarkasyi. Imam ar-Rafie dan Imam an-Nawawi rahimahumallah berpendapat secara mutlak membolehkan orang kafir memasuki mesjid, selain Masjidil Haram, tetapi harus mendapatkan keizinan dari orang Islam yang baligh dan berakal.

Memang ada juga pendapat yang mengatakan tidak boleh orang kafir memasuki mesjid secara mutlak. Tapi pendapat yang mengatakan boleh, memiliki dalil-dalil yang lebih kuat. Jadi sebenarnya ini masalah khilaf. Tergantung bagaimana pengurus mesjid menjembatani masalah khilaf ini. Kalau pengurus mesjid mengikuti pendapat haram bagi orang kafir memasuki mesjid, maka untuk kelangsungan dakwah Islam kepada non Muslim, pengurus mesjid perlu menyediakan ruangan yang terpisah dari mesjid yang bisa menunjukkan aktifitas-aktifitas di dalam mesjid. Entah itu siaran langsung sholat Jum’at, hari raya, ceramah, ataupun menyediakan brosur-brosur untuk menjawab keingintahuan non Muslim tersebut.

Non Muslim boleh masuk ke dalam masjid jika dengan tujuan yang betul seperti untuk mengenal Islam, memahami atau mempelajarinya. Juga untuk berurusan dengan orang muslim, dengan syarat tidak mencemari kemuliaan masjid. Ini karena pada zaman Nabi s.a.w, non Muslim masuk ke masjid untuk bertemu Rasulullah s.a.w.

Jadi kalau sekedar mengusir non Muslim dari mesjid tanpa menyediakan penyelesaian, ini betul-betul mematikan dakwah Islam. Walaupun non Muslim itu dikatakan najis, tapi najis mereka tidak sama dengan najis kotoran yang harus dibersihkan kalau bersentuhan. Tapi lebih kepada aqidah mereka yang tidak benar.

Serukan kebenaran Islam kepada mereka, tak peduli mereka menerimanya atau tidak. Itulah tugas kita sebagai umat Islam sebenarnya.

Sumber Rujukan

Hukum Orang Bukan Islam Masuk Mesjid (Fatwa Mufti Kerajaan Brunai Darussalam)

Comments

comments

Share Button
(Visited 434 times, 1 visits today)