Benarkah Semua Alkohol Menguap Setelah Dimasak?

Dalam sebuah kesempatan, aku diundang ke sebuah sekolah menengah kejuruan untuk mencicipi masakan yang dibuat oleh siswa-siswa jurusan masak di sana. Sebelum makan, kamipun bertanya apa resep untuk membuat kueh-kueh yang ada didepan kami. Mereka menjelaskan secara ringkas apa resepnya.

“Kita juga menggunakan Rum bang. Biasa digunakan di resep-resep kok,” jelas mereka.

Aku terkejut, kok mereka menggunakan rum, itukan miras atau khamar yang haram untuk dikonsumsi.

“Tidak apa-apa bang. Alkohol itu nanti menguap kok. Hasil akhir tidak ada alkohol sama sekali,” jelas seorang pelajar yang kebetulan berjilbab.

Aku tidak bisa berkata apa-apa, karena memang tidak mengetahui fakta yang sebenarnya. Tapi hati merasa tidak enak, jadi tetap saja tidak aku makan kueh-kueh yang kelihatan enak tersebut.

Setelah beberapa belas tahun kemudian, baru aku mendapatkan jawabannya. Jawaban inilah yang hendak aku bagi untuk pembaca-pembaca sekalian.

Betulkan Alkohol Menguap Setelah di Masak?

Kalau diperiksa di buku-buku resep masakan, tidak ada jawaban untuk pertanyaan tersebut. Kebanyakan buku cara memasak tidak menyentuh sama sekali mengenai akhir dari alkohol yang digunakan dalam memasak. Hanya sedikit sekali yang menjelaskan bahwa untuk menghilangkan “wine” dari masakan, maka perlu dimasak paling kurang 20 sampai 30 detik untuk membuat “wine” itu menguap ke udara.

Sebenarnya apa yang terjadi adalah, alkohol tidak akan hilang walaupun dimasak dengan cukup lama walau dengan cara apapun. Entah itu dengan cara dididihkan (boil), dihangatkan (simmer) ataupun dipanggang (baking). Sebuah penelitian yang dilakukan oleh US Departement of Agriculture’s Nutrient Data Laboratory telah menghitung seberapa alkohol yang tersisa di sebuah masakan yang menggunakan berbagai macam cara untuk memasak. Hasilnya seperti yang ditunjuk di bawah ini:

 “Wah ternyata selama ini aku sering mengkonsumsi alkohol,” celetuk seorang kawan dengan muka prihatin. “Aku sikat saja kueh itu sampai habis, walaupun disitu ada tertulis rum sebagai bahan dasarnya.”

“Aku sering masak ikan dengan anggur merah supaya masakan lebih enak,” seorang kawan perempuan lain ikut nimbrung bicara. “Apa aku berdosa ya?”

“Ya sudah, kalau sudah terlanjur, maka bertobat saja kepada Allah. Tapi jangan diulangi lagi cara seperti itu,” jawabku lagi.

Comments

comments

Share Button
(Visited 752 times, 1 visits today)